Pesan Pasien Sembuh dari Corona asal OKI: Tetap Optimis dan Jangan Anggap Corona Sebagai Aib

Kayuagung –  I Nyoman Warsayasa (55) menjadi warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pertama yang dinyatakan positif terinfeksi virus Corona.

Setelah dinyatakan sembuh, Nyoman menyampaikan  optimisme  dan berpesan agar jangan memandang sebelah mata terhadap pengidap Covid-19 karena Corona bukan aib.

Nyoman menceritakan dari awal dia menghadapi pandemi.  Sepulang bepergian dari salah satu kota di Pulau Jawa.

Dia mulai merasakan demam, namun tidak tinggi. Lelaki 55 tahun ini kemudian memeriksakan kesehatan di salah satu praktek dokter di Kota Kayuagung.

“Itu hari ketiga setelah saya pulang saya pergi ke dokter. Oleh dokter saya dimarahi kenapa harus bepergian. Lalu saya ke salah satu rumah sakit swasta di Palembang di sana saya dirujuk ke RSMH Palembang untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi dalam tubuh saya,” kata Nyoman kepada sumber media ini, Minggu (12/4/2020).

Bagi Nyoman, keterbukaan dan penanganan secara benar menjadi kunci hingga dia dinyatakan sembuh dengan hasil swab test negatif.

“Kita yang terpapar, harus terbuka kepada pihak yang benar. Ini bukan salah kita. Ini bukan aib, jadi jangan ditutupi. Justru kita harus datang ke pemeriksaan medis yang tepat agar cepat tertangani dengan baik dan benar,” lanjut dia.

Menjadi penyintas Corona menurut dia, tidaklah mudah. Apalagi pasien yang diisolasi harus terpisah dari keluarganya dan tak bisa beraktivitas seperti biasa yang dilakukan di rumah.

Saya sangat mengapresiasi upaya pemerintah. Terutama pihak RSMH Palembang yang telah merawat saya dengan baik. Hingga akhir setelah masa isolasi saya dinyatakan sembuh” Ujar dia.

Pikiran menurut Nyoman menjadi salah satu yang mempengaruhi imunitasnya. Karenanya sebisa mungkin dia membuang jauh perasaan panik.

“Pertama kali divonis positif Corona saya terima dengan lapang dada, saya ikuti prosedur dari rumah sakit dan pemerintah” Ungkapnya.

Kepada masyarakat Nyoman meminta agar  tidak paranoid menghadapi Covid-19.

Setelah dinyatakan sembuh dan kembali berkumpul dengan keluarganya, kini Nyoman dengan kesadaran tinggi tidak keluar rumah mengisolasi diri kembali.

“Sekarang sudah di rumah, saya isolasi mandiri tidak keluar kamar,” tutur dia.

Nyoman berpesan kepada semua, jika ada anggota keluarga atau tetangga, siapapun itu yang terpapar Corona, agar tidak dijauhi.

“Jangan disisihkan. Jangan memandang sinis. Namun berilah dukungan dengan menyemangati, orang seperti kami sangat butuh perhatian, butuh kasih sayang ketika berjuang melawan virus ini. Itulah obat utama menuju kesembuhan,” ujarnya.

 

sumber : sumselupdate.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*