Pemprov Sumsel gagas pembentukan lembaga pesirah adat

Palembang (ANTARA) – Pemerintah Sumatera Selatan menggagas pembentukan pesirah adat sebagai kelembagaan nonformal di tingkat kecamatan untuk menjaga kearifan lokal dan pelestarian kebudayaan.

Gubernur Sumsel Herman Deru di Palembang, Kamis, mengatakan pembentukan pesirah adat menjadi komitmen serius dalam memprioritaskan pelestarian adat sesuai UU Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

“Pemajuan kebudayaan tidak cukup pada level provinsi saja, tapi harus masuk sampai ke desa-desa dengan mengaktifkan kepengurusan adatnya, maka untuk tingkat kecamatan saya menginisiasi pembentukan pesirah adat,” katanya saat membuka Pekan Adat Sumsel di Bukit Seguntang.

Menurut dia Sumsel memiliki karakteristik adat dan kesukuan yang heterogen dengan kearifan lokal masing-masing, namun diakuinya kearifan tersebut mulai ditinggalkan generasi penerus.

Meski pesirah adat berada di luar pemerintahan namun ia meminta pesirah adat dilibatkan dalam urusan sosial kemasyarakatan serta menjadi lokomotif pemajuan kebudayaan lokal.

Sebab, kata dia, pembentukan pesirah adat diutamakan mampu menjaga kearifan lokal, baik menjaga bentuk-bentuk kesenian hingga pola-pola musyawarah dalam menyelesaikan dan mereduksi masalah kemasyarakatan.

“Misalnya masalah sengketa tanah, kebanyakan penyebabnya karena tidak paham pengejawantahan hukum tanah maka seringkali menimbulkan konflik, padahal bisa diselesaikan dengan adat,” kata dia.

Selain itu, katanya, pesirah adat menjadi penting karena terdapat 59 paguyuban adat yang mewakili kebudayaan nusantara di Sumsel, semuanya harus dirangkul untuk memperkuat ketahanan budaya.

“Tidak ada adat budaya anak tiri di Sumsel, semua anak emas, yang penting ketahanan budaya kita kuat,” katanya.

Sedangkan untuk penyelenggaraan Pekan Adat Sumsel 2020 di Bukit Seguntang Kota Palembang 12-17 November ia mengapresiasi, karena pergelaran tersebut menjadi langkah awal keseriusan pemajuan adat budaya lokal di bawah pemerintahannya, demikian Herman Deru.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*