Pemerintah Bangun Jembatan Baru

OKU – Pjs Bupati OKU M Zaki Aslam S.IP.M.Si bersama sejumlah kepala dinas Kabupaten OKU meninjau jembatan Air Aman di desa Lubuk Batang Lama yang putus pekan lalu. Selain itu, Zaki dan rombongan juga meninjau pembangunan jembatan darurat di jalan lingkar Desa Lubuk Batang Lama.

Pejabat pemerintah Kabupaten OKU yang mendampingi Zaki kemarin adalah Asisten II Setda OKU Kadarisman S.Ag; Kepala Dishub OKU Firmansyah; Kepala BNPB Aris Anjar Kristopa; Kepala Dinsos OKU Saiful Kamal SKM,M.Kes: Kabid PU Cipta Karya OKU Haris Munandar; Camat Lubuk Batang Helni Purwaningsih SE; Kapolsek Lubuk Batang Iptu Hariyanto; dan Kades Lubuk Batang Lama Jus Imani.

Zaki mengatakan, jembatan Air Aman memang sudah tidak bisa dilalui dan akan ditutup untuk semua jenis kendaraan. Jembatan tersebut amblas sedalam 2,5 meter – 3 meter.

“Saat ini kendaraan roda 4 maupun roda 2 yang hendak melintas dari Kecamatan Lubuk Batang menuju Kecamatan Peninjauan dan sebaliknya, dialihkan melalui simpang tiga SDN 133 OKU desa Lubuk Batang Lama menuju ke Talang Teleme, selanjutnya tembus ke jalan Dusun III Desa Kurup (jalan Baturaja – Prabumulih),” ujar Zaki.

Ia juga menjelaskan, pembangunan dan perbaikan jembatan Air Aman merupakan tanggung jawab Pemerintah Provinsi Sumsel.

“Saat ini dari Dinas PU Sumsel telah menempatkan alat berat serta material pembangunan jembatan untuk membangun jembatan baru. Jembatan yang amblas tersebut sudah tidak dapat lagi diperbaiki lagi,” lanjutnya.

Sementara itu, Kades Lubuk Batang Lama Jus Imani menjelaskan, saat ini pemerintah desa dan warga sepakat membangun jembatan alternatif melalui jalan lingkar dalam Desa Lubuk Batang Lama.

Pembangunan jembatan di jalan lingkar Desa Lubuk Batang Lama tersebut dibantu KSO Pratiwi Dharma dan PT KAI.

“Insya Allah pembuatan jembatan alternatif baru jalan lingkar Desa Lubuk Batang Lama selesai dalam 3-4 hari mendatang,” ucap Jus Imani.

Terpisah, Kapolsek Lubuk Batang Iptu Harianto telah memasang rambu dan pemberitahuan, serta petunjuk jalan pengalihan arus jalan melalui jalan alternatif. Selain itu, Polsek Lubuk Batang juga telah mengimbau masyarakat agar tidak mengambil keuntungan dari peristiwa jembatan ambruk ini alias pungutan liar.

“Polisi juga telah berkoordinasi dengan camat dan kades agar memberdayakan aparat desa (Linmas) untuk menjaga jalur alternatif dan tidak melakukan pungli (pungutan liar),” ucap Harianto.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*