Pemakaman Positif Corona Tak Prokes

OKU – Warga Desa Dusun V, Desa Saung Naga, Kecamatan Peninjauan, resah lantaran salah satu warganya meninggal dunia dinyatakan positif Covid – 19 namun dimakamkan tanpa standar protokol kesehatan (prokes) Covid – 19.

Diungkapkan E, warga Dusun V, Desa Saung Naga, Kecamatan Peninjauan, resah setelah pemakaman WR (52), warga setempat. Begitu selesai dimakamkan, ternyata WR dinyatakan positif Covid – 19. “WR meninggal dunia Jumat (6/11) di RS Prabumulih kemudian dikebumikan Selasa (10/11) di kampung halamannya,” ungkap E.

Ditambahkannya, mengetahui kabar WR meninggal dunia, warga Desa Saung Naga gotong royong melaksanakan prosesi pemakaman mulai dari menyambut, memandikan hingga memakamkan jenazah. “Kita tidak tahu WR positif Covid – 19. Tapi, nawaitu kita menolong ahli musibah,” terang E.

Selain itu, lanjut E, warga tidak curiga lantaran prosesi penjemputan jenazah hingga tiba di rumah duka, tidak ada petugas covid – 19 mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Sehingga, warga setempat dengan penuh kekeluargaan melaksanakan prosesi pemakaman. “Setelah dimakamkan, barulah kami dapat kabar kalau WR dinyatakan positif covid – 19,” sesal E.

“Sangat kaget setelah dari pemakaman almarhum, dapat kabar beliau divonis positif Covid 19, dan bingung apa yang harus dilakukan, karena saya sendiri yang mengkafani almarhum sebelum dimakamkan,”ungkap Budiono, tetangga almarhum yang divonis Covid 19, kemarin (11/11).

Menurutnya, tanpa ragu dan curiga baik dirinya maupun semua keluarga dan tetangga yang ikut melaksanakan prosesi memandikan, mengkafani dan menyolatkan almarhum, hingga ke pemakaman.

”Karena tidak tau, bahwa almarhum itu positif covid 19, seperti biasanya kalau ada yang meninggal semua sanak keluarga dan para tetangga turut membantu,” ungkapnya.

Dikatakan Budiono, setelah diberitahu oleh Pemerintah Desa, di kediaman almarhum mendadak sepi dan semua warga saling bertanya, kenapa kok dari pihak rumah sakit tidak pakai protokol kesehatan. ”Kalau sudah begini apa yang harus kami lakukan, sudah kontak dengan keluarga almarhum bahkan dengan almarhum,” keluhnya

Senada juga dikatakan Eef salah tetanga Almarhum yang turut menjemput jenazah ke Rumash Sakit AR Bunda, “Jenazah almarhum dijemput menggunakan mobil ambulan perusahaan tempat dai bekerja, sebelum berangkat pulang membawa jenazah almarhum dari rumah sakit tidak ada apa – apa,” kata Eef.

Terpisah, Kepala UPTD Puskesmas Peninjauan Kadek Wardana, ketika  dikonfirmasi, membenarkan WR meninggal dunia dinyatakan positif covid – 19. “30 Oktober, WR dirawat inap di RS Prabumulih. Disitu, WR 3 kali di-swab. Hasil swab yang ketiga WR dinyatakan positif covid – 19. Pihaknya mengetahui hasil tersebut 1 jam setelah WR dikebumikan,” terang Kadek.

Bersama unsur Tripika Kecamatan Peninjauan, Kadek melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Saung Naga dengan menerjunkan petugas untuk kontak tracking yang sudah kontak dengan almarhum dan keluarga. “Ada 10 warga yang yang kontak dengan almarhum dan sekarang menjalani isolasi mandiri,” terang Kadek.

Selain itu, lanjut Kadek, pihaknya juga melakukan penyemprotan rumah WR serta masjid dan ke sepuluh rumah warga tersebut. Seraya menghimbau kepada warga yang kontak dengan WR isolasi mandiri selama 14 hari dan mentaati ptotokol kesehatan.

“Kalau ada gejala hilangnya rasa bau, sakit tenggorokan, dan sesak nafas agar segera melapor ke pemerintah desa, atau langsung ke Puskesmas Peninjauan untuk dilakukan pemeriksaan,” pungkas Kadek.

 

OKUEKSPRES.COM

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*