Nina Zatulini-Jennifer Bachdim Kompak Tanya soal Metode Persalinan

Jakarta – Dua artis Tanah Air yang sedang dalam masa kehamilan, Nina Zatulini dan Jennifer Bachdim belakangan banyak mengumbar pertanyaan soal kehamilan di IG story mereka masing-masing.

Nina misalnya, ia banyak bertanya mengenai metode persalinan, seperti apakah usia bisa mempengaruhi metode persalinan, jika memilih metode persalinan, apa saja yang harus dicek, hingga dampaknya bagi si kecil.

Begitu pula dengan Jennifer Bachdim, istri dari pesepakbola Irfan Bachdim ini juga banyak menanyakan perihal metode persalinan yang tepat untuk dipilih.

Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari kedua artis yang sama-sama sedang bersiap menghadapi persalinan ini diyakini tidak hanya ditanyakan oleh mereka saja, melainkan juga banyak ibu hamil lainnya, khususnya metode persalinan apa yang harus dipilih.

Sejatinya, pemilihan antara persalinan normal atau caesar harus ditentukan dengan tepat. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan bagi ibu dan bayi seperti dilansir dari berbagai sumber berikut.

Kelebihan dan Kekurangan Persalinan Normal

Menjalani persalinan secara normal adalah proses yang panjang dan melelahkan secara fisik. Meski demikian, ada keuntungan yang dapat diperoleh dari pemilihan metode persalinan secara normal.

Salah satunya adalah waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan dengan operasi caesar. Meski kebijakan setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, namun biasanya lama rawat inap di rumah sakit bagi seorang wanita yang melahirkan secara normal adalah 24-48 jam.

Jika seorang wanita telah dinilai siap untuk meninggalkan rumah sakit, mereka bisa diizinkan untuk pulang dan menikmati waktu lebih cepat bersama si kecil.

Wanita yang memilih persalinan normal juga bisa terhindar dari risiko operasi, seperti pendarahan hebat, jaringan parut, infeksi, reaksi terhadap anestesi, dan nyeri yang lebih lama.

Selain keuntungan-keuntungan tersebut, ada pula risiko kerugian yang dapat diperoleh dengan memilih jenis persalinan ini. Salah satunya adalah adanya risiko kulit dan jaringan di sekitar area kewanitaan meregang atau robek ketika janin keluar.

Ada pula risiko persalinan normal lainnya adalah wanita lebih mungkin mengalami masalah pada usus besar atau inkontinensia urin. Mereka juga mungkin lebih rentan mengeluarkan air seni ketika batuk, bersin, atau tertawa.

Setelah persalinan selesai, seorang wanita juga mungkin mengalami nyeri yang menetap di perineum, yakni area di sekitar area kewanitaan.

Kemudian bagi bayi, selama persalinan, otot yang terlibat dalam proses tersebut lebih mungkin untuk memeras cairan yang ditemukan di paru-paru bayi sehingga membuat bayi cenderung tidak mengalami masalah pernapasan saat lahir.

Bayi juga akan menerima dosis awal bakteri baik saat mereka keluar dari rahim ibu yang bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi saluran usus mereka.

Kelebihan dan Kekurangan Persalinan Caesar

Bagi wanita yang memilih metode persalinan operasi caesar, ada beberapa keuntungan yang bisa diperoleh, seperti penjadwalan terlebih dahulu sebelum persalinan benar-benar dilaksanakan.

Dengan demikian, persalinan akan bisa lebih mudah diprediksi kapan akan berlangsung, berbeda dengan persalinan normal yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Wanita bisa merasa lebih nyaman dan suami pun dapat menjadwalkan libur dari pekerjaan untuk menemani sang istri.

Operasi caesar juga menurunkan risiko cedera lahir seperti asfiksia (kekurangan oksigen), distosia bahu, dan patah tulang. Dokter juga akan lebih mudah tahu dalam beberapa menit setelah melahirkan jika bayi memerlukan pemeriksaan untuk masalah seperti penyakit jantung bawaan.

Sementara itu, kekurangan dari operasi caesar biasanya tinggal di rumah sakit lebih lama, rata-rata 2-4 hari. Operasi caesar juga meningkatkan risiko wanita untuk mengalami lebih banyak keluhan fisik setelah melahirkan, seperti nyeri di lokasi sayatan.

Selain itu wanita yang menjalani operasi caesar juga meningkatkan risiko kehilangan darah dan risiko infeksi yang lebih besar. Masa pemulihan setelah melahirkan juga lebih lama karena seorang wanita mungkin mengalami lebih banyak rasa sakit pada area perutnya.

Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan dari operasi normal maupun caesar. Intinya, baik normal atau caesar bukanlah pilihan buruk dalam sebuah persalinan, sebab hal itu dilakukan demi kebaikan ibu bersama si kecil berdasarkan faktor risiko yang dimiliki.

Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi metode persalinan antara lain ukuran janin, risiko gawat janin, posisi janin, riwayat penyakit jantung ibu, ukuran pinggul ibu, dan ada riwayat infertility atau tidak.

Bila bayi diperkirakan besar, memiliki risiko gawat janin seperti tidak mendapat cukup pasokan oksigen, posisinya sungsang atau melintang, ibu memiliki riwayat sakit jantung, pinggul terlalu kecil, dan ada riwayat infertility, maka persalinan caesar adalah pilihan yang tepat demi kebaikan ibu dan bayi.

Nah bagi yang sedang hamil dan bingung mau memilih persalinan normal atau caesar, Anda bisa menentukan metode kelahiran yang tepat dengan cara mengambil Tes Potensi Caesar yang baru dilaunching Nutriclub di sini. Tentunya Anda dapat membawa hasilnya untuk dikonsultasikan lebih lanjut dengan dokter kandungan ya!

 

Sumber : detiknews.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*