Kasus Gisel, Momentum Perbaikan Pola Asuh Keluarga

Jakarta: Perbuatan asusila artis Gisella Anastasia ternyata tidak terbentuk oleh situasi sesaat, namun akumulasi dari proses kehidupan sebelumnya.

“Jika kita bicara tentang perkembangan jiwa itu tidak dibentuk oleh situasi sesaat. Sehingga kondisi saat ini pasti banyak faktornya,” jelas Guru Besar Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) Prof. Budi Anna Keliat, kepada RRI.co.id, Senin (4/1/2021).

“Jika memang dia itu mau memperlihatkan ke umum dan menurut dia itu merupakan prestasi, padahal menurut norma itu bukan prestasi kan, sehingga di dalam dia mengambil keputusan, mungkin faktor yang digunakan untuk mengambil keputusan bukan faktor norma,” tambah Prof. Budi.

Untuk itu, Prof. Budi menjelaskan, pencegahan perilaku seksual menyimpang tersebut dapat dilakukan sejak dini. Sejak pola asuh dari tingkat keluarga, dan masyarakat.

“Pengasuhan dari sejak kecil mencegah tidak terjadi sehingga menghasilkan manusia sehat jiwa, pola asuh kesehatan jiwa penting sekali. Untuk mendapatkan perasaan fikiran dan perilaku yang baik. Ini adalah pembelajaran yang perlu disikapi dengan baik,” ungkapnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*