Jokowi Ma’ruf Buka-bukaan Virus Carona Apa Pesannya

Jakarta – Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin angkat bicara seputar virus corona di China yang telah menelan 132 korban jiwa. Keduanya menyampaikan pesan.

Jokowi menyoroti dampak virus corona mulai dari pencegahan, pemulangan WNI yang terisolasi di Wuhan hingga stok makanan WNI yang menipis.

Sedangkan Ma’ruf mengungkapkan pemerintah terus melakukan upaya diplomasi untuk evakuasi WNI. Ma’ruf juga menanggapi soal kedatangan 174 turis asal Kunming, China, yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman. Menurut dia, tidak semua wilayah China terjangkit virus Corona. Namun, kata dia, tetap dituntut kewaspadaan.

Berikut buka-bukaan Jokowi-Ma’ruf soal Virus Corona:

Opsi Evakuasi WNI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah Indonesia sudah memiliki opsi untuk mengevakuasi WNI terkait wabah virus Corona (2019-nCoV).

“Yang berkaitan dengan evakuasi WNI kita yang ada di Wuhan dan 15 kota lain, tentu saja pemerintah memiliki opsi untuk evakuasi, tetapi sekali lagi, kota-kota itu masih dikunci,” kata Jokowi di Puskesmas Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Rabu (29/1/2020).

Untuk saat ini, Jokowi mengatakan pemerintah intens berkomunikasi dengan WNI yang berada di Wuhan dan sekitarnya. Pemerintah juga mencari solusi untuk mengirimkan bantuan logistik.”Tetapi yang paling penting komunikasi antara KBRI dan mahasiswa dan masyarakat yang ada di sana selalu terjalin dengan baik. Ini nanti mungkin dalam 4-5 hari baru urusan logistik yang akan dicarikan solusinya,” ujar Jokowi.

TNI Kerahkan 3 Pesawat

Sementara itu, TNI Angkatan Udara menyiagakan tiga pesawat untuk membantu mengevakuasi WNI terkait penyebaran wabah virus Corona di Wuhan. Tiga pesawat itu adalah dua unit Boeing 737 dan satu unit C130 Hercules.

“Kami sudah siapkan pesawat Boeing 737 dan C130 Hercules. Hal ini berdasarkan hasil rapat dua hari lalu bersama Kemenko Polhukam, Kemenkes, dan Kemenlu,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama Fajar Adriyanto seperti dilansir Antara, Rabu (29/1).

TNI AU juga menyiapkan personel dari batalion kesehatan. Namun, lanjut Fajar, pihaknya masih menanti instruksi dari Kemenlu karena sejauh ini pemerintah China melarang transportasi dari dan ke luar wilayah Wuhan.

“Nunggu dari Kemenlu bisa tembus nggak ke pemerintah sana agar kita bisa berangkat atau tidak. Yang jelas, TNI AU siap 24 jam,” kata Fajar.

Stok Makanan

Jokowi mengatakan kebutuhan logistik para WNI yang tertahan tengah dipikirkan KBRI Beijing.

“Sementara masih berada di sana. Saya kira KBRI sudah bicara detail mengikuti. Yang paling rumit memang hal-hal yang terkait logistik karena aturan main untuk masuk ke sana sekarang juga sangat ketat sekali. Yang kedua apalagi kita mengirimkan logistik ini masih dalam proses pendalaman dari KBRI kita agar semua bisa terlayani dan berjalan dengan baik,” kata Jokowi di PT PAL, Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/1/2020).

Jokowi kembali berpesan kepada semua pihak agar waspada terkait penyebaran virus Corona. Pengawasan di setiap bandara, kata Jokowi, sudah dilakukan.

Menanti Sikap China

Maruf mengatakan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Wuhan, China, terkendala status daerah tersebut yang masih diisolasi. Ma’ruf menyebut pemerintah Jepang dan Amerika juga belum dapat mengevakuasi warganya.

“Sebenernya kita pemerintah sudah artinya sudah menyiapkan untuk melakukan evakuasi itu ya, kita sudah. Tetapi sekarang Wuhan ini, sekarang ini menjadi daerah yang diisolir, sehingga tidak boleh ada orang masuk dan tidak boleh ada yang keluar,” kata Ma’ruf di kantornya, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Ma’ruf menuturkan semua negara yang hendak mengevakuasi warganya masih menanti sikap pemerintah China. Bahkan Jepang yang sudah mengirim pesawat untuk evakuasi masih menunggu.

“Akibatnya semuanya masih menunggu sikap pemerintah Tiongkok, bahkan yang dari Jepang, yang sudah kirim pesawat pun belum bisa dievakuasi. Kedutaan Besar Amerika yang sudah ditutup juga, mereka kabarnya belum bisa pulang, masih di Wuhan,” sambungnya.

Diplomasi

Ma’ruf Ma’ruf menerangkan pemerintah Indonesia tetap memperhatikan warganya di Wuhan, khususnya para mahasiswa. Dia menuturkan upaya diplomasi untuk evakuasi WNI masih terus dilakukan oleh kedua negara.

TNI AU sebelumnya menyiapkan tiga pesawat untuk mengevakuasi WNI yang berada di Wuhan, China. TNI AU menyatakan siap 24 jam dan hanya tinggal menunggu instruksi Menko Polhukam Mahfud Md.

Lampu Kuning, Boleh

Ma’ruf Amin juga menanggapi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno yang menyambut 174 turis asal Kunming, China, yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman,

“Prinsipnya kalau pemerintah itu kalau dari atau ke Wuhan itu sudah ditutup sehingga penerbangan pun tidak. Tapi, selain itu, dari daerah Tiongkok lain itu masih sifatnya lampu kuning, belum lampu merah,” kata Ma’ruf di kantor Wapres, Jalan Veteran III, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2020).

Ma’ruf mengistilahkan hal ini sebagai lampu kuning. Menurutnya, tidak semua wilayah China terjangkit virus Corona. Dia mengatakan pemerintah telah mempersiapkan banyak hal dengan memperbolehkan turis China tersebut masuk ke wilayah Indonesia.

“Kita menunggu sikap dari WHO (World Health Organization) seperti apa. Tetapi kita sudah menyiapkan antisipasi penanganannya kalau misalnya ada yang datang ke Indonesia dengan berbagai peralatan pendeteksi di airport dan juga rumah sakit yang kalau ada yang terjangkit,” sambungnya.

 

Sumber : detik.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*