Gubernur Sumsel pastikan venue Piala Dunia tetap dirawat

Palembang (ANTARASUMSEL.COM) – Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memastikan venue yang dipersiapkan untuk perhelatan Piala Dunia U-20 akan tetap dirawat meski ajang tersebut ditunda dari tahun 2021 menjadi tahun 2023.

“Rumput akan dipelihara terus, karena ini bukan rumput sintetik. Begitu pula dengan venue-venue lainnya akan tetap dijaga hingga tahun 2023,” kata Herman Deru yang diwawancarai setelah acara pelucuran “Sumsel Siap Menuju Piala Dunia U-20 tahun 2023” di Griya Agung, Palembang, Senin (28/12) malam.

Berdasarkan laporan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Selatan diketahui progres perbaikan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang telah mencapai 100 persen, begitu pula dengan Stadion Madya Bumi Sriwijaya.

Sumsel tinggal menyisakan perbaikan lapangan latihan yang Lapangan Atletik (bobot pekerjaan 22.000), Lapangan Panahan (bobot pekerjaan 18.000) dan Lapangab bisbol (bobot pekerjaan 23.000).

“Untuk tiga lapagan latihan yang sudah terlanjur dibongkar akan tetap dikerjakan sampai selesai, bahkan harus sesuai target awal yakni sebelum Mei 2021,” kata Herman Deru.

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru mengajak semua pihak untuk menyikapi positif penundaan ini lantaran adanya pandemi COVID-19.

Ia sebagai kepala daerah menilai, justru penundaan ini membuat Sumsel menjadi lebih percaya diri menjadi tuan rumah.

“Sumsel menjadi satu-satunya provinsi diluar Jawa yang dipercaya. Ketika dipilih saat mendadak sekali, semua dilakukan dengan cepat. Sebenarnya saya juga belum puas juga jika ini dilakukan Mei 2021, ini justru kasih sayang Tuhan untuk lebih baik lagi,” kata Herman Deru.

Dengan persiapan lebih matang, Herman Deru berharap Sumsel akan meraih dampak positif yang lebih optimal dari sisi ekonomi.

Keterlibatan dari berbagai unsur di masyarakat juga akan lebih optimal, terutama peran dari BUMD, BUMN dan perusahaan swasta.

“Yang sudah dicapai ini sudah baik, tapi harus lebih ditingkatkan lagi supaya ajang Piala Dunia lebih bermanfaat lagi bagi Sumsel,” kata dia.

Sebelumnya, FIFA memutuskan penundaan ajang Piala Dunia U-20 yang semula dijadwalkan di Indonesia pada Mei-Juli 2021 menjadi bergeser ke tahun 2023. Keputusan ini, lantaran menyikapi kondisi terkini penyebaran virus corona di sejumlah negara, dan adanya virus jenis barunya yang ditemukan di London, Inggris, belum lama ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*