Celantum, H-2 Lebaran Bertambah 6 Pasien Positif Corona di OKU, Warga Cuek Masih Padati Pasar

Beritatotal.com – Sesuai prediksi. Jumlah angka positif terpapar virus corona di Kabupaten Ogan Komering Ulu bertambah.

Penambahan tersebut merupakan hasil diantara 66 swab yang belum ada hasilnya yang masih ditunggu.

Sebagaiamana yang pernah diutarakan Sekda OKU Achmad Tarmizi selaku Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 disini. Saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Anggota DPRD OKU, Sabtu malam (16/05) lalu.

Informasi yang diperoleh Beritatotal.com menyebutkan, H-2 Hari Raya Idul Fitri 1441 H ada enam kasus baru warga yang terpapar corona.

Bila dilihat dari pekerjaannya, di penambahan kasus baru hari ini ada lagi perawat yang terjangkiti. Sebelumnya sudah enam paramedis dinyatakan terpapar covid-19.

Mereka semuanya yang merawat pasien positif sebelumnya. Artinya, paramedis kembali jadi korban dari pekerjaan mereka mendedikasikan diri merawat pasien positif corona. Lalu tertular juga.

Total sudah delapan paramedis yang dinyatakan positif. Dari 10 paramedis yang ditugaskan di Hotel Baturaja.

Bila melihat dari persebaran domisilinya, masih berdasarkan informasi yang diperoleh, keeanam pasien kasus baru tersebut dua orang dari sebuah dusun dalam kota, dua orang dari dusun arah Muaraenim/Muaradua, satu dari wilayah menuju RS Sriwijaya dan sekitarnya, serta satunya lagi dari dusun arah Kecamatan Peninjauan.

Sekda OKU Acmad Tamizi selaku Wakil Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 OKU, saat dikonformasi membenarkan adanya penambahan enam kasus baru positif corona di OKU.

“Iya benar. Sekarang lagi proses penjemputan dan evakuasi akan dirawat di rumah sakit,” katanya, Jumat (22/05).

Keenam pasien tersebut dijelaskan Tarmizi dibagi dua lokasi perawatan atau isolasinya. Empat orang akan diisolasi di RS Antonio dan dua orang lainnya di Rumah Sakit Darurat Covid-19 OKU di Hotel Baturaja.

Dua yang diisolasi di Hotel Baturaja tersebut adalah perawat yang memang sudah sebulan ini stay dalam hotel. Karena tugas mulianya.

Dimana mereka tidak berani pulang ke rumah khawatir membawa virus ke luar dan menulari anggota keluarganya. Ternyata kekhawatiran mereka tak bisa lagi dielakkan.

Sementara itu, hasil swab dua warga OKU yang meninggal dalam status Pasien Dalam Perawatan (PDP) di dua rumah sakit Palembang sepekan lalu, belum keluar hasilnya.

“Untuk hasil swab dua warga OKU yang meninggal di Palembang belum keluar. Satu yang dimakamkan di Desa Kedaton dan satunya lagi dimakamkan di Desa Bandar Agung Kecamatan Lubuk Batang. Keduanya meninggal dalam status PDP,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 OKU Hadi Sukamto.

Meski penambahan kasus positif corona di OKU sudah bisa diprediksikan akan terjadi lonjakan, nyatanya kesadaran masyarakat disini untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus, atau paling tidak turut membantu pemerintah memutus mata rantai penyebarannya masih kurang.

Jelang H-2 lebaran ribuan masyarakat membludak di pasar-pasar tradisional sejak pagi hingga sore.

Pedagang pun sudah tumpah ke jalan yang semestinya untuk pejalan kaki. Terlihat beberapa petugas Pol PP pagi jelang siang masih berada dekat tugu beras Pasar Atas.

Untuk berjalan di jalan utama di lingkungan pasar pun sangat susah. Karena ada lapak-lapak dagangan serta lalu lalang pembeli baik berjalan kaki dan bermotor.

Sementara di tugu beras dan parkiran berbaris motor bahkan berlapis. Padahal ada tanda larangan parkir di tugu beras.

“Mulai himbauan lisan, tertulis, peringatan, tindakan, razia dan lain-lain sudah dilakukan maksimal oleh Tim Satgas. Tinggal menunggu kesadaran masyarakat,” kata Sekda Achmad Tarmizi

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*