Bukan Hanya Materil, Sriwijaya FC Derita Berbagai Jenis Kerugian Pasca Liga 2 Tertunda karena Corona

PALEMBANG – Manajer Sriwjaya FC, H Hendri Zainuddin SAg SH, membeberkan dampak bencana wabah Virus Corona yang mengakibatkan kompetisi Liga 2 2020 terhenti sejak 16 Maret 2020 lalu.

“Kita dari Sriwijaya FC dalam hal ini menyikapi Covid-19 ini pertama kita mengikuti protokol keolahragaan dari sisi kerugian ada beberapa faktor yang memang yang sangat kita dirugikan,” ungkap Hendri Zainuddin, Kamis (2/4/2020) malam.

Pertama, dari sisi persiapan, Tim Sriwijaya FC yang hampir dua bulan, dan pemain sudah bagus, tahu-tahu terhenti itu suatu kerugian yang besar bagi Laskar Wong Kito.

“Yang kedua, berbagai jadwal terganggu. Untung saja kita belum ada beberapa pesan hotel, tapi itu sangat merugikan kita karena sudah kita rancang jauh-jauh hari,” kata HZ yang juga Wadirut PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku pengelolah klub SFC.

Yang ketiga, kata HZ yang kemarin Sriwijaya FCsudah mempersiapkan dengan bagus itu tentang persiapan panitia, persiapan stadion, izin dan lain-lain.

“Kedepan kita harus ulang kembali persiapan- persiapan ini tentu lebih memakan waktu dan pikiran,” kata mantan senator DPD RI.

Keempat, katanya lagi pihaknya akan lebih berkoordinasi lagi dengan sponsor karena sponsor yang semestinya harus sudah tandatangan, sekarang menunggu beberapa surat dari PSSI.

“Dan Alhamdulillah PSSI sudah mengeluarkan surat yang kita yakin Insya Allah Liga ini akan digulir.

Kenapa kita optimis? Karena untuk Liga 2 itu tidak terlalu lama kompetisinya,” kata pria berkacama minus kembarannya KH Hendra Zainuddin MPdi.

Artinya kalau kompetisi memasuki bulan Juli, ataupun paling apesnya Agustus. Klub sepakbola masih bisa bermain sampai akhir Desember.

Sedangkan kontrak dengan pemain rata-rata sampai Januari 2020. Dan tentu optimis itu yang akan membuat klub-klub semangat lagi untuk ini.

“Insya Allah habis lebaran atau tepatnya bulan Juni awal kita akan memanggil pemain, pelatih untuk latihan bersama untuk persiapan kompetisi. Mudah-mudaan apa yang kita rencanakan diridhoi oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Kompetisi baru akan kembali berjalan awal Juni mendatang. Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan PSSI Nomor: SKEP/48/III/2020 tertanggal 27 Maret 2020, penundaan gelaran kompetisi Liga 1 dan Liga 2 berakhir pada 29 Mei 2020.

Selain batas penundaan, PSSI juga memutuskan bahwa Maret, April, Mei dan Juni 2020 adalah status keadaan tertentu darurat bencana terkait penyebaran virus corona (Covid-19) di Indonesia, maka status disebut keadaan kahar (force majeur). (Abdul Hafiz).

 

sumber : sripoku.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*