Belajar Online atau Daring di OKU Banyak Kendala, Dinkes akan Terapkan Modul Pembelajaran Sederhana

BATURAJA – Kepala Dinas Pendidikan OKU Teddy Meilwansyah SSTP MSi sudah  menerapkan belajar menggunakan Modul Pembelajaran Sederana  agar tidak memberatkan murid dan orang tua.

Kadin yang juga didampingi  Sekretaris Pendidikan Alfarizi SE AK  MSi dan menjelaskan Kepala Bidang Pembinaan SMP, Muhammad Dorajatun SE MSi menjelaskan, Bupati Ogan Komeirng Ulu  (OKU) sudah membuat Surat Edaran  Nomor : 420/902/1/XV/2020 Tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di satuan Pendidikan Paud /RA/SD/MI/SMP/MTs dan Satuan Pendidikan Lainnya pada  tahun Ajaran 2020/2021 di masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)

Intinya pembelajaran secara tatap muka di satuan pendidikan PAUD/RA/SD/MI/SMP/MTs dan dan satuan pendidikan lainnya di Kabupaten OKU di masa pandemi Covid-19 tidak diperkenankan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Kemudian pada tanggal 9 Juli 2020 Kepala Dinas Pendiidkan OKU juga sudah mengeluarkan surat perpanjangan Kegiatan Belajar dari Rumah  terkait wabah Covid-19.

Surat yang ditujukan kepada Kepala SMP Negeri dan Swasta , Kepala SD Negeri dan Swasta, Kepala PAUD/TKS Negeri dan Swasta dan Kepala SKB dan PNF, pada point ke-4 sekolah diharapkan menyiapkan modul pembelajaran sederhana sebagai solusi dari kegiatan daring yang banyak terkendala.

Ada beberapa sekolah mengadakan modul tanpa memberatkan siswa.

Ada juga siswa yang datang ke sekolah mengambil modul dan mencatat isi modul.

Apabila penggandaan modul ini akan dipantau agar tidak memberatkan siswa dan orang tua.

Sekdin Pendidikan yang juga didampingi Kepala Bidang Pembinaan SMP Dorajatun SE MSi , menjelaskan kendala jaringan HP dan paket data.

Sejak tahun ajaran baru dilakukan modul pembelajaran sederhana.

Pembuatan modul sederhana ini bertujuan untuk mengatasi masalah jaringan, gawai dan paket data yang dikeluhkan dunia pendidikan selama PJJ (Pembelajaran Jarak Jarak).

Modul ini dibuat sederhana mungkin oleh guru disesuaikan materinya disesuaikan dengan sekolah masing-masing.

Dibuat satu minggu oleh guru yang mengampu pelajaran, kemudian dibagikan kepada siswa satu minggu sekali dibagikan kepada siswa.

Modul pembelajaran sederhana ini dimulai sudah mulai diberlakukan untuk pelajar, PAU.TL SD dan SMP.

Dikatakan Kabid PSPM, beberapa  hari lalu Pihak Dinas Pendidikan juga sudah mengecek ke lapangan ke beberapa SMP yang berada di pedalaman seperti di daerah eks Trasnmigrasi  tentang pemberlakukan modul pembelajaran  sederhana.

”Alhamdulillah, modul  pembelajaran sederhana ini sudah mulai berjalan,” tarang Dorajatun.

Menurut Dorajatun, dengan modul pembelajaran sederhana ini siswa bisa belajar tanpa terkendala gawai, internet dan sinyal.

Sistemnya masing-masing guru menyiapkan modul, kemudian bisa digandakan, tugas yang diberikan guru satu minggu sekali dikumpulkan kesekolah dnegan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Saat mengmupulkan hasil peekrjaan siswa, kemudian guru juga akan membagikan modul berikutnya, bahkan modul boleh diambil oleh orang tua ssiwa.

Apabila ada kendala bisa disampaikan ke guru atau wali siwa masing-masing untuk dicarikan solusi.

 

 

sumber: SRIPOKU.COM

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*