Begini Kronologi Santriwati Pondok Gontor Asal Sumsel Hingga Dinyatakan Positif Rapid Test dan Dirawat di Rumah Sakit

Palembang – Santriwati yang berusia 17 tahun dan kini dirawat di RSUD Siti Fatimah Palembang merupakan satu dari 438 santri dan satriwati Pondok Modern Gontor Darussalam asal Sumatera Selatan (Sumsel) yang menghabiskan libur panjang ke kampung halaman untuk menghadapi bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.

Ketua  Ikatan Keluarga Pondok Modern  (IKPM) Gontor Cabang Sumsel, Ustadz Hendrawan M Ilyas, SKom saat dihubungi Sumselupdate.com menjelaskan, ada dua jenis kedatangan santri dan santriwati yang mondok di Jawa Timur ini. Di mana sebagian pulang menggunakan pesawat terbang dan sebagian menggunakan bus.

Kedatangan pertama pukul 12.10 sebanyak 8 santriwati,  kedatangan kedua pukul 13.50 sebanyak 9 santriwati, kedatangan ketiga pukul 15.10 sebanyak 28 santriwati, daan kedatangan terakhir 15.40 sebanyak 30 santriwati.

Seluruh santriwati yang tiba menggunakan pesawat diperiksa kesehatan oleh Tim dari Kepala Kantor Pelabuhan (KKP) Bandara Internasional SMB II Palembang.

Dari ketiga kedatangan seluruh santriwati dinyatakan sehat dan mendapat surat keterangan sehat, sehingga diperbolehkan dijemput oleh wali.

Namun, di kedatangan terakhir, ternyata dari 30 santriwati dari Gontor Putri 5 Kandangan, Jawa Timur menggunakan pesawat Batik Air yang penerbangan dari Surabaya dan transit di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, ada 13 orang yang suhu tubuhnya mencapai 37 derajat celcius.

Sehingga 13 santriwati ini langsung dibawa menggunakan mobil ambulance menuju ke RSUD Siti Fatimah Palembang.

Sulastri, salah satu wali santriwati kepada Sumselupdate.com, Selasa (14/4/2020), mengatakan, dari 13 santriwati itu ketika diperiksa kembali suhu tubuhnya di RSUD Siti Fatimah Palembang, hanya satu santriwati yang suhu tubuhnya masih 37 derajat celcius.

Sehingga satu santriwati ini yang kini dirawat di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sumsel. Sedangkan 12 santriwati lainnya dikarantina di Rumah Sehat Covid-19 area Jakabaring Sport City Palembang.

Sulastri yang anaknya ikut diinapkan di Rumah Sehat Covid-19 mengaku, putrinya dalam kondisi sehat dan bugar.

Menurut dia, aktivitas anaknya selain melakukan senam pagi, juga diberikan makanan sehat seperti buah-buahan dan dianjurkan untuk tidur cukup.

“Menurut informasi orangtua santriwati yang dirawat di rumah sakit, memang sebelumnya anak tersebut sudah sakit sinusitis (peradangan pada dinding sinus). Sekarang yang santriwati yang diinapkan di rumah sehat masih menunggu hasil swab test dari santriwati yang dirawat di rumah sakit empat hari kemudian,” katanya.

“Rapid test positif belum tentu hasil PCR positif, karena rapid itu periksa respon antibody terhadap infeksi dan tidak spesifik terhadap penyakit infeksi tertentu. Sehingga bisa saja positif oleh infeksi selain Corona,” papar Yusri.

Terpisah, Juru Bicara Penanggulangan Covid-19 Sumsel lainnya, Prof Yuwono menjelaskan, rapid test atau RDT untuk mendeteksi antibody (imunoglobulin) yaitu IgM. Antibodi IgM ini tidak spesifik artinya semua infeksi bukan hanya infeksi virus akan menimbulkan IgM.

“Jadi RDT positif bisa saja karena infeksi lain belum tentu Covid-19. Untuk infeksi Covid-19, IgM mulai muncul hari ketujuh setelah terinfeksi dan akan mulai turun kadarnya hari ke-14 untuk digantikan dengan antibodi spesifik yaitu IgG,” kata Yuwono.

Ditambahkannya, kalau positif RDT berarti seseorang sudah terinfeksi hari ketujuh atau lebih, jika kondisinya baik berarti kabar gembira, karena terinfeksi tapi tidak sakit. Seperti, mayoritas PDP Sumsel selama ini.

“Kalau nanti lanjut tes PCR dan positif berarti nyaris hampir sembuh, jika negatif berarti terinfeksi lain, bukan Covid-19,” pungkasnya.

 

sumber : sumselupdate.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*