Angka Kematian Tembus 20 Ribu Jiwa, AS Menjadi Negara Tertinggi di Dunia Kasus Positif Corona

A mask-clad passenger heads for a temperature check after disembarking from the Diamond Princess cruise ship, in quarantine due to fears of new COVID-19 coronavirus, at Daikoku pier cruise terminal in Yokohama on February 21, 2020. - Hundreds of people have been allowed to leave the ship after testing negative for the disease and many have returned to their home countries to face further quarantine. (Photo by Philip FONG / AFP)

Universitas Johns Hopkins mencatat kumlah kasus kematian akibat Corona di Amerika Serikat (AS). Hingga Sabtu (11/4) waktu setempat korban tewas mencapai angka 20.000 kasus.

Dilansir AFP, Minggu (12/4/2020) wabah virus Corona telah merenggut nyawa sebanyak 20.071 orang di Amerika Serikat. Sementara jumlah kasus infeksi lebih dari setengah juta.

Berdasarkan perhitungan tersebut Amerika memimpin sebagai kasus positif Corona tertinggi secara global. Dilaporkan sebanyak 519.453 kasus positif Corona.

Sementara itu, Italia adalah negara yang paling terpukul di Eropa dengan populasi seperlima dari AS. Sebanyak 19.468 kasus kematian akibat Corona di negara tersebut.

Sementara itu, Malaysia dan Italia sama-sama memperpanjang masa lockdown untuk membatasi penyebaran virus Corona.

PM Johnson yang positif virus Corona sejak akhir Maret lalu dan sempat masuk ICU sejak Senin (6/4), telah kembali dirawat di ruang perawatan biasa. Dia disebut sempat berjalan-jalan singkat di kompleks rumah sakit tempatnya dirawat.

Sedangkan otoritas Malaysia baru saja mengumumkan perpanjangan lockdown hingga 28 April mendatang. PM Muhyiddin Yassin menyebut lockdown telah membantu mengurangi penyebaran virus Corona di negara tersebut.

Senada dengan Malaysia, Italia juga mengumumkan perpanjangan lockdown hingga 3 Mei mendatang. Lockdown tetap diperpanjang meski PM Giuseppe Conte mendapatkan tekanan dari sektor bisnis yang ingin lockdown segera diakhiri.

 

sumber : sumselupdate.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*