25 Tahun Nike Ardilla Meninggal, Kronologi Kecelakaan Terkuak hingga Ada Ritual di Tanggal 19 Maret

SRIPOKU.COM – Di era tahun 90-an, nama Nike Ardilla sudah tak asing lagi.

Bersuara emas, Nike Ardilla dikenal sebagai salah satu musisi legendaris.

Sayang, pada 19 Maret 1995 di saat umurnya baru berusia 19 tahun, takdir mengubah nasib Nike Ardilla.

Nike Ardilla mengalami kecelakaan maut di Jalan RE Martadinata, Bandung.

Akibat kecelakaan tersebut, Nike Ardilla meninggal dunia di usia mudanya.

Dikutip dari Wikipedia, Nike Ardilla meninggal dunia akibat mobil Honda Civic Biru yang dikenadarainya menabrak pagar beton bak sampah.

Diperkirakan Nike Ardilla tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal.

Nike Ardilla mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya.

Saat itu, diketahui Nike Ardilla bersama managernya, Sofiatun baru saja kembali dari diskotik Polo.

Rumor yang beredar disebut-sebut Nike Ardilla mengalami kecelakaan karena mengemudi dalam keadaan mabuk.

Nike Ardilla mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya.

Saat itu, diketahui Nike Ardilla bersama managernya, Sofiatun baru saja kembali dari diskotik Polo.

Rumor yang beredar disebut-sebut Nike Ardilla mengalami kecelakaan karena mengemudi dalam keadaan mabuk.

Tetapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi.

Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota.

Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.

Setelah 25 tahun kepergian Nike Ardilla, namanya masih saja disebut-sebut.

Bahkan tak sedikit para penggemar yang masih sering mengunjungi makam pelantun single Bintang Kehidupan itu.

Berikut beberapa fatka yang dirangkum Sripoku.com dari berbagai sumber, tentang kronologi kecelakaan yang menimpa Nike Ardilla.

1. Kecelakaan

Menurut Sofiatun sang manager yang bersama Nike Ardilla saat kecelakaan tersebut.

Mobil tersebut dikenadari sendiri oleh Nike Ardilla.

Sayang, Nike Ardilla menyetir dengan keadaan tidak menggunakan sabuk pengaman.

Mobil Nike Ardilla berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan.

Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike Ardilla langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE Martadinata.

2. Bersinar setelah meninggal dunia

Nama Nike Ardilla justru semakin bersinar tak lama setelah kematiannya.

Bahkan sebuah majalah asing, Asia Week menyebut bila Nike dalam sebuah kalimat satir In Dead She Soared atau “Dalam Kematian Dia Bersinar”.

Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalam Nike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember (hari kematian dan kelahiran Nike Ardilla).

Yakni berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike.

3. Museum Nike Ardilla

Untuk tetap mengenak Nike Ardilla, sebuah museum tampak didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.

Semua barang-barang Nike tersimpan di sana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan.

Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.

sumber : tribun.com

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*