1 Pasien Diduga Suspect Corona di OKU Meninggal, Jenazahnya Ditangani Standar Covid-19, Ada Riwayat Pulang Dari Palembang

Beritatotal.com – Seorang warga OKU diduga pasien dalam pengawasan (PDP) suspect virus corona meninggal dunia, di RST DR Noesmir atau DKT, Kamis (23/4), sekitar pukul 12.00 WIB.

Pasien tersebut berjenis kelamin perempuan berinisial Sp umur sekitar 55 tahun tinggal di salah satu kawasan di Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, almarhumah dirawat di RS DKT sampai meninggal di ruang isolasi layaknya pasien PDP suspect corona.

“Sempat dirawat di ruang parawatan tapi kemudian menunjukkan gejala covid-19 dan menurut keluarganya baru pulang dari Palembang. Lalu pasien tersebut dipindahkan ke ruang isolasi karena pertimbangan ada gejala covid-19 tadi,” jelas salah seeorang perawat pria RS DKT berinisial Ad.

Perawat tersebut mengaku agak cemas dekat-dekat ke bagian dalam. Karena pasien Sp yang meninggal baru sekitar satu jam dibawa ke rumah dukanya.

“Saya agak cemas ke dalam. Memang dari rapid test hasilnya negative. Tapi tidak tahu hasil swabnya bagaimana. Karena gejalanya mengarah ke covid-19 makanya diisolasi. Tadi teman saya yang mengambil swabnya,” jelas Ad lagi.

Swab tersebut kata Ad sekarang sudah dikirim ke Palembang sekitar pukul 14.00 WIB. Dan kemungkinan baru diketahui hasilnya tiga hari atau lebih ke depan.

Sementara itu, diperoleh juga informasi, jenazah dibawa pulang kerumah dengan penanganan standar pelayanan pasien posistif corona yang meninggal dunia.

“Tadi ada Pak Polisi dan pegawai yang memakai seragam orange (BPBD, red). Rami sekali tadi disini. Sepertinya membawa jenazah dan keluar di belakang,” kata seorang tukang ojek yang biasa ngetem depan RS DKT.

Kebetulan, Kepala BPBD OKU, Amzar Kristopa, terlihat masih memantau personilnya membersihkan sampah yang nyankut di di bawa Jembatan Ogan II.

Saat dikonfirmasi seputar kehadiran banyak anggota Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) OKU di RS DKT, Amazar membenarkannya.

“Benar tadi kita menerima informasi ada pasien yang meninggal di RS DKT. Kita hadir kedudukannya untuk memastikan apakah ada peralatan yang dibutuhkan dari BPBD. Sebelumnya kita juga sudah koordinasi dengan dinas kesehatan dan Posko Induk Covid-19 OKU,” beber Amzar.

Dijelaskan Amzar lagi, karena yang mendapat musibah dalam penanganan isolasi pihak rumah sakit, maka selaku BPBD pihaknya tentu saja akan membantu keperluan yang dibutuhkan. Baik oleh Satgas Covid-19 maupun oleh petuga Dinkes.

Alhasil, melihat kondisi yang sebenarnya terjadi maka pihaknya tadi menyerahkan bantuan 6 unit Alat Pengaman Diri (APD) dan satu kantong jenazah.

“Tiga APD untuk mengurus kepulangan jenazah dan tiganya lagi untuk pemakaman. Kalau soal mengurus jenazah standar covid-19 itu sudah kewenangan rumah sakit dan dinas kesehatan,” jelasnya.

Dari 3 APD yang diperuntukkan mengurus kepulangan jenazah, menurut Amzar dua sudah dipakai untuk sopir ambulan yang membawa jenazah dan satunya dipakai petugas peyemprotan.

“Soal hasilnya nanti negatif atau positif itu belum bisa diketahui. Swabnya saja baru diambil hari ini dan dikirim ke Palembang. Yang jelas sebagai antisipasi bersama, standar penanganan jenasah suspect virus corona sudah ditentukan bagaimana protokolnya,” imbuhnya.

Sementara itu juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 OKU, Rozali, saat dihubungi portal ini melalui panggilan WhatsApp-nya tidak aktif. Ketika dihubungi melelalui panggilan selulernya juga tidak diangkat.

Jubir Satgas Covid-19 OKU satunya lagi, Hadi Sukanto, yang berhasil dihubungi belum bisa memastikan yang meninggal tersebut masuk data PDP suspect corona Kabupaten OKU.

Namun, menurut Hadi, dia mendapat informasi singkat dari dr Anggiat tadi malam (22/4) jika pasien yang meninggal tersebut statusnya PDP.

“Info detilnya saya belum menerima. Jika PDP kan ada datanya tercatat di Dinkes dan dilaporkan ke provinsi. Untuk yang meninggal ini akan saya telusuri dulu kepastiannya. Memang tadi malam dokter Anggiat menyampaikan pasien di RS DKT statusnya PDP. Makanya akan kita telusuri dulu,” jawabn

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*